Mengenal Built In Furniture: Pengertian, Keunggulan, Ide Desain, dan Materialnya
- Isyhari M

- 2 days ago
- 5 min read
Kehadiran furniture di dalam ruangan tentunya memberikan visual estetika tersendiri. Lebih pentingnya, furniture sangat berguna untuk menunjang aktivitas hingga membantu ruangan tetap rapi. Karena alasan tersebut, alangkah baiknya untuk menyesuaikan ukurannya dengan luas atau ukuran ruangan. Ketimbang memilih furniture yang sudah jadi yang kemungkinan tidak terlalu kecil atau besar, Anda bisa mengandalkan built in furniture.
Satu hal yang menarik dari built in furniture adalah karena desainnya bisa direncanakan berdasarkan area yang tersedia. Dengan begitu, setiap bagian ruang di rumah Anda dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Jika Anda suka dengan desain atau konsep interior minimalis, jenis furniture ini bisa menjadi pelengkapnya. Hal ini karena hasil atau tampilan yang diberikan terlihat lebih menyatu dan mempermudah mengatur ruangan. Langsung saja kenalan dengan konsep ini dan temukan built in furniture ideas maupun material pembuatnya di artikel ini.

Ilustrasi pemasangan built in furniture pada ruangan | Image by lazy_bear on Magnific
Apa Itu Built In Furniture?
Built in furniture adalah furniture yang dibuat khusus untuk menyesuaikan ukuran dan kondisi ruang tertentu. Furnitur ini dirancang agar terpasang dan menyatu dengan area tempatnya digunakan. Karena dibuat berdasarkan kebutuhan ruang, ukuran dan bentuknya bisa disesuaikan sejak awal.
Berbeda dengan loose furniture yang dapat dipindahkan dengan mudah, built in furniture biasanya dibuat untuk satu area tertentu. Contohnya seperti lemari pakaian yang mengikuti tinggi dinding. Konsep ini juga dapat diterapkan pada kabinet TV, kitchen set, meja kerja, dan berbagai jenis penyimpanan lainnya.
Untuk membuatnya, Anda perlu perencanaan yang matang karena harus mengukur ukuran ruang hingga menyiapkan material sebelum proses pembuatan.
Keunggulan Built In Furniture
Karena dibuat dengan perencanaan secara yang matang, furnitur ini bisa memberikan berbagai keunggulan terutama dalam hal yang berhubungan dengan ruangan. Anda bisa menyesuaikannya dengan ruangan Anda sendiri atau bahkan membuatnya jauh lebih rapi dan tampilannya sesuai dengan keinginan Anda. Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengoptimalkan Ruang
Setiap bagian ruangan dapat dimanfaatkan sesuai ukurannya. Furnitur dapat mengikuti sudut, panjang dinding, atau area kosong yang tersedia. Cara ini membantu mengurangi ruang yang tidak terpakai.
Membuat Penyimpanan Lebih Rapi
Furniture built in dapat dirancang dengan ruang penyimpanan sesuai kebutuhan Anda. Lemari dan kabinet juga dapat dibuat hingga mengikuti tinggi dinding. Barang pun dapat tersimpan lebih teratur tanpa memenuhi area lantai.
Menyatu dengan Interior
Ukuran, bentuk, dan tampilan furnitur dapat direncanakan bersama konsep ruangan. Warna dan finishing juga bisa disesuaikan dengan elemen interior lainnya. Hasilnya, furnitur terlihat lebih menyatu dengan ruangan.

Ilustrasi pemasangan built in furniture berupa lemari pakaian | Image by photovs on Magnific
Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan
Berbeda dengan furniture siap pakai di mana kita hanya mendapatkan produk sesuai desain pabrik, pembagian ruang penyimpanan built in furniture dapat dibuat berdasarkan barang yang akan disimpan. Anda juga dapat menentukan jumlah rak, laci, atau kabinet sesuai kebutuhan. Desainnya pun tidak harus mengikuti ukuran furnitur siap pakai.
Memberikan Tampilan yang Lebih Terencana
Konsep furniture ini dapat dibuat sebagai bagian dari keseluruhan desain interior. Penempatan dan ukurannya sudah direncanakan sejak awal. Hal ini membantu menciptakan tampilan ruangan yang lebih konsisten.
Ide Built In Furniture untuk Berbagai Ruangan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kelebihan dari konsep furnitur ini adalah Anda bisa dengan leluasa merancang, mendesain, hingga mengukur ukuran sesuai dengan ketersediaan ruangan. Tampilannya pun bisa Anda sesuaikan dengan ukuran area dan fungsi yang ingin dihadirkan. Berikut beberapa contoh furniture built in atau ide yang bisa menjadi inspirasi.

Ilustrasi built in wardrobe | Image by denisapolka on Magnific
Built In Wardrobe di Kamar Tidur
Kamar tidur dengan ruang penyimpanan terbatas dapat memanfaatkan built in wardrobe hingga ke area dinding yang tersedia. Rak, laci, dan ruang gantung bisa dibagi sesuai kebutuhan. Coba gunakan pintu kabinet geser untuk ruangan minimalis untuk menyembunyikan isi wardrobe agar kamar terlihat lebih rapi. Furniture ini juga bisa menjadi pilihannya untuk Anda yang berencana membuat walk-in closet.

Ilustrasi kabinet dan rak TV | Image by denisapolka on Magnific
Built In TV Cabinet di Ruang Keluarga
Area televisi bisa menjadi bagian dari penyimpanan sekaligus dekorasi. Built in TV cabinet dapat menggabungkan kabinet tertutup, rak terbuka, dan panel TV dalam satu desain. Perangkat hiburan pun dapat di simpan di area rak bawah atau samping tanpa membuat area ruang keluarga terlihat penuh.

Ilustrasi built in kitchen | Image by user24121185 on Magnific
Kitchen Set Built In
Untuk area dapur, kebutuhan penyimpanan perlu dipadukan dengan alur aktivitas. Kitchen set built in dapat dirancang mengikuti posisi kompor, sink, dan peralatan lainnya. Kabinet atas dan bawah kemudian dapat dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan masak serta kebutuhan dapur.

Ilustrasi tempat penyimpanan di bawah tangga | Image by bilanol on Magnific
Storage di Bawah Tangga
Ruang kosong di bawah tangga sering kali memiliki bentuk yang tidak beraturan. Area ini dapat diubah menjadi storage dengan kabinet yang mengikuti kemiringan tangga. Dengan begitu, ruang yang sebelumnya sulit digunakan dapat menjadi tempat penyimpanan tambahan.

Ilustrasi meja kerja built in | Image by thanyakij-12 on Magnific
Built In Desk atau Meja Kerja
Jika Anda membutuhkan area kerja tanpa menambah banyak furnitur, built in desk bisa menjadi pilihan. Meja dapat mengikuti ukuran dinding dan dilengkapi rak atau kabinet. Konsep ini cocok untuk ruang kerja kecil maupun sudut ruangan yang masih kosong.
Material yang Cocok untuk Membuat Built In Furniture
Untuk membuat built in furniture, material perlu dipilih berdasarkan fungsi dan lokasi penggunaannya. Pertimbangkan juga tampilan akhir, jenis finishing, serta kondisi ruang. Engineered wood atau kayu olahan menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan karena tersedia dalam berbagai jenis dan karakteristik. Berikut beberapa jenisnya.
Jenis Kayu Olahan | Karakteristik | Contoh Penggunaan |
MDF | Memiliki permukaan halus dan mudah diberi berbagai jenis finishing | Lemari, kabinet, meja, dan panel |
MFM (Melamine-faced MDF) | Memiliki permukaan melamin yang sudah memiliki lapisan dekoratif | Wardrobe, kabinet, rak, dan storage |
Veneered MDF | Memadukan inti MDF dengan lapisan veneer | Kabinet, panel, dan furniture dengan tampilan natural |
Memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap kelembapan dibanding MDF standar | Kabinet, vanity, dan furniture di area dengan kelembapan lebih tinggi |
* tabel jenis kayu olahan untuk material built in furniture
Dari tabel di atas, Anda sudah bisa dapat gambaran untuk pemilihannya. Misalnya saja, pemilihan papan melamin MDF bisa menjadi pilihan jika ingin praktis tanpa proses finishing tambahan. Sementara untuk papan HMR bisa dipilih jika ingin membuat furniture built in di area yang memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi dari biasanya.
Tips Membuat Built In Furniture
Karena furniture ini tidak langsung siap pakai, melainkan harus dirancang dan dipikirkan secara matang, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda perhatikan.
Ukur Area yang Akan Digunakan: Catat panjang, lebar, dan tinggi area secara akurat. Perhatikan juga sudut, pintu, jendela, dan bagian lain yang dapat memengaruhi ukuran furniture.
Tentukan Detail Ukuran dan Pembagian Ruang: Tentukan ukuran rak, laci, kabinet, atau ruang gantung berdasarkan barang yang akan ditempatkan. Detail ini membantu menghindari ruang penyimpanan yang terlalu kecil atau tidak terpakai.
Perhatikan Akses dan Ruang Gerak: Pastikan pintu kabinet, laci, atau bagian lain dapat dibuka dengan nyaman. Sisakan ruang yang cukup agar furniture tidak mengganggu jalur aktivitas.
Tentukan Tampilan Akhir Sejak Awal: Pertimbangkan warna, motif, dan jenis finishing sebelum material dipilih. Langkah ini membantu Anda mendapatkan tampilan furniture built in yang sesuai dengan konsep interior.
Sesuaikan Material dengan Lokasi Furniture: Pertimbangkan kondisi ruangan sebelum menentukan material. Area dengan kelembapan lebih tinggi, misalnya, membutuhkan pertimbangan material yang berbeda dari area yang kering.
Apakah Anda tertarik untuk membuatnya di rumah? Built in furniture dapat menjadi pilihan untuk memanfaatkan ruang sekaligus menciptakan interior yang lebih rapi dan terencana. Mulai dari wardrobe, kabinet TV, hingga kitchen set, desainnya dapat disesuaikan dengan ukuran dan kebutuhan setiap ruangan. Pemilihan material juga penting agar furniture memiliki tampilan dan karakter yang sesuai dengan penggunaannya.
Jika Anda ingin membuat built in furniture dengan proses finishing yang lebih praktis, MFM (Melamine Faced MDF) dapat menjadi pilihannya. Dapatkan papan MFM dengan banyak pilihan warna dan motif hanya dari PT Sumatera Prima Fibreboard. Tersedia pula beragam ketebalan yang bisa Anda sesuaikan. Hubungi tim kami sekarang untuk melihat katalog kami atau mengetahui harga MFM board selengkapnya.










Comments