Apa itu Particle Board? Berikut Karakteristik dan Aplikasinya
- Sumatera Prima Fibreboard

- Jan 8, 2025
- 5 min read
Updated: Nov 24, 2025
Furnitur DIY (do-it-yourself) mempermudah hidup kita sebagai manusia modern. Tak hanya tipe furnitur ini dijual dengan harga terjangkau, furnitur ini juga dikemas sedemikian rupa sehingga mudah untuk dirakit dan dilepas secara mandiri.
Karena harus kuat dan praktis, maka furnitur DIY banyak yang menggunakan papan kayu olahan sebagai bahan dasarnya. Dari beragam jenis kayu olahan di luar sana, particle board jadi salah satu varian yang kerap digunakan pada furnitur DIY ini.
Lantas, apa itu particle board? Apa yang menjadi ciri khas material ini dibanding material serupa? Apa saja contoh aplikasinya dalam keseharian kita? Simak selengkapnya pada artikel berikut ini.

vitaliyas / Freepik
Apa itu Particle Board?
Menurut Jurnal “Building Materials in Civil Engineering”, particle board adalah papan kayu olahan yang dibuat menggunakan serpihan kayu yang berukuran lebih kecil dari dua milimeter. Serpihan kayu tersebut direkatkan menggunakan resin perekat dan disusun secara berlapis menurut ketebalan serpihannya. Serpihan yang lebih besar menjadi lapisan inti dari papan kayu sedangkan serpihan yang lebih halus digunakan pada lapisan luar papan untuk menciptakan permukaan yang halus.
Papan kayu olahan ini pertama kali diciptakan untuk memanfaatkan limbah kayu dan kayu berkualitas rendah agar menjadi produk fungsional pada Perang Dunia II. Berkat perkembangan teknologi yang pesat, particle board kini dapat dibentuk menggunakan serbuk gergaji, limbah pabrik kayu, dan kayu daur ulang.
Karakteristik Particle Board
Partikel board adalah material yang sangat efisien dalam penggunaan sumber daya kayu. Sekilas, material ini memberikan kesan visual yang unik, terbentuk dari proses pemadatan sisa-sisa serpihan kayu dengan perekat khusus. Hasilnya adalah papan yang mudah diolah dan dapat segera diproses lebih lanjut, menjadikannya pilihan favorit untuk furnitur dengan pertimbangan biaya yang efisien. Berikut ini ciri khas dan karakteristik particle board.
Papan yang terlihat seperti kumpulan serpihan kayu yang menempel di atas satu sama lain.
Permukaan yang cukup halus sehingga dapat dilaminasi atau dicat untuk menghasilkan tampilan yang lebih ciamik. .
Particle board bersifat padat dan ringan, namun kurang tangguh untuk penggunaan bahan berbobot berat.
Particle board memiliki variasi ketebalan yang beragam. Jenis particle board yang tipis (3-6 mm) juga kerap dikenal sebagai triplek untuk variannya yang lebih tipis.
Particle Board Kelebihan dan Kekurangan
Dalam industri furnitur dan konstruksi, Particle Board sering menjadi pilihan utama karena keseimbangan antara biaya dan kinerja yang ditawarkannya. Mungkin banyak yang membandingkan bahan MDF vs Particle Board. Sebenarnya, seperti material olahan kayu lainnya, particle board membawa serangkaian keunggulan dan tantangan yang perlu dipertimbangkan. Memahami kedua sisi ini sangat penting sebelum Anda memutuskan material mana yang paling sesuai untuk kebutuhan dan lingkungan pemasangan properti Anda.
Kelebihan Particle Board
Harga Jauh Lebih Terjangkau: Dibandingkan dengan plywood atau kayu solid, particle board dijual dengan harga yang sangat ekonomis karena dibuat dari sisa-sisa pengolahan kayu, menjadikannya pilihan utama untuk produksi massal.
Ramah Lingkungan (Daur Ulang): Material ini membantu mengurangi sampah kayu karena dibuat dari serbuk gergaji dan serpihan kecil, mendukung prinsip daur ulang sumber daya hutan.
Permukaan Rata dan Halus: Permukaannya yang cenderung rata ideal untuk dilapisi (laminating) dengan veneer, melamine, atau cat, memberikan tampilan akhir yang mulus tanpa perlu proses pengamplasan yang rumit.
Ringan dan Mudah Dibentuk: Sifatnya yang ringan membuatnya mudah diangkut, dipotong, dan dirakit. Ini sangat memudahkan proses pembuatan dan instalasi furnitur DIY (Do-It-Yourself).
Kekurangan Particle Board
Rentang Terhadap Kelembapan dan Air: Ini adalah kelemahan utama. Particle board mudah menyerap air, menyebabkan material membengkak, melunak, dan kehilangan kekuatannya jika tidak dilindungi dengan sealer atau finishing yang tepat.
Daya Tahan Sekrup Rendah: Karena dibuat dari serpihan, material ini tidak memiliki struktur serat kayu yang kuat. Sekrup yang dipasang akan lebih mudah longgar dan sulit untuk dipasang kembali (re-screw) di lokasi yang sama.
Kurang Kuat Menahan Beban Berat: Meskipun padat, material ini tidak sekuat plywood atau kayu solid. Penggunaan untuk rak yang menopang beban berat dalam jangka panjang dapat menyebabkan material melengkung atau melorot.
Risiko Emisi Formaldehida: Beberapa jenis particle board lama menggunakan lem yang melepaskan formaldehida (VOC), yang bisa menjadi perhatian kesehatan. Penting untuk memilih produk yang memenuhi standar emisi rendah (seperti E0 atau E1).
Baca juga: Apa Itu Plywood

pvproductions / Freepik
Aplikasi Particle Board dalam Kehidupan Sehari-hari
Dari struktur dasar sampai sentuhan akhir interior, particle board sangat membantu membuat ruangan berfungsi dengan baik. Kepadatan bahan ini juga bisa menahan panas dan meredam suara. Hal ini menunjukkan gabungan yang pas antara material yang mudah dipakai dengan harga terjangkau yang sangat disukai di pabrik furnitur besar.
Flooring: Particle board umumnya digunakan sebagai bahan flooring (lantai) sementara dalam proses pembangunan. Tak jarang pula particle board digunakan sebagai pelapis papan hardwood untuk melindungi hardwood dari goresan. Untuk keperluan flooring, particle board juga dapat digunakan sebagai alas untuk lantai parket, kayu, maupun karpet. Anda dapat memberikan zat dan resin khusus untuk memperkuat struktur lantai yang menggunakan particle board.
Panel Dinding dan Penyekat Ruangan: Karena tidak dapat menahan beban yang berat, particle board ideal untuk dijadikan panel dinding atau penyekat ruangan. Kepadatan dan ketebalan particle board mempengaruhi kemampuannya untuk menginsulasi suara dan suhu dari luar. Particle board juga dapat dilaminasi atau dicat untuk menciptakan tampilan yang harmonis.
Insulasi pada Langit-langit: Particle board dikenal dengan kemampuannya untuk menginsulasi suhu dalam suatu ruangan. Maka tak heran bila papan ini juga dimanfaatkan sebagai insulator pada langit-langit auditorium, gedung teater, bioskop, serta ruangan-ruangan lain yang menggunakan pendingin ruangan sentral.
Kabinet, Rak, dan Daun Meja: Furnitur merupakan bentuk aplikasi particle board yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Particle board kerap diolah jadi kabinet dapur, rak penyimpanan, rak sepatu, bahkan tempat tidur. Sebagian besar furnitur yang diproduksi secara massal menggunakan particle board sebagai bahan utamanya.
Tips Merawat Furnitur Berbahan Particle Board
Seringkali muncul pertanyaan, bahan particle board apakah awet? Jawabannya terletak pada perawatan yang tepat. Merawat furnitur berbahan particle board dengan benar akan memperpanjang umur pakainya dan menjaga tampilannya tetap prima, terutama dari ancaman utama yaitu kelembapan. Karena dibuat dari serpihan kayu, material ini sangat rentan terhadap air dan benturan. Oleh karena itu, tindakan pencegahan yang konsisten sangat diperlukan.
Jaga Tetap Kering: Segera bersihkan tumpahan cairan atau air menggunakan lap kering. Jangan biarkan particle board terpapar kelembapan tinggi dalam waktu lama karena material ini sangat mudah menyerap air.
Lapisi Tepi yang Terbuka: Pastikan semua tepi (edging) dan sudut particle board terlindungi sempurna, baik dengan HPL maupun veneer. Perbaiki kerusakan pada lapisan tepi sesegera mungkin.
Bersihkan dengan Lap Kering: Gunakan kain lap mikrofiber kering untuk membersihkan debu. Jika perlu membersihkan noda, gunakan lap yang diperas hingga hampir kering, dan segera keringkan kembali permukaannya.
Hindari Bahan Kimia Keras: Jangan gunakan cairan pembersih yang mengandung pelarut keras atau amonia, karena dapat merusak lapisan laminasi atau melamine pada permukaan particle board.
Gunakan Pelindung Alas: Saat meletakkan benda berat atau pot tanaman, selalu gunakan alas (coaster) untuk mencegah goresan atau kondensasi air langsung mengenai material.
Hati-hati Saat Memindahkan: Selalu angkat furnitur saat memindahkannya; jangan diseret. Particle board rentan terhadap benturan dan goyangan kuat yang dapat merusak sambungan.
Hindari Mengencangkan Sekrup Berlebihan: Saat merakit, jangan mengencangkan sekrup terlalu kuat (over-tightening) karena particle board mudah rusak dan sekrup akan lebih cepat longgar.
Jauhi Area Basah: Sebisa mungkin, jangan letakkan furnitur particle board di area yang sangat lembap atau rentan terkena air secara langsung.
Baca juga: High Density Fiberboard vs MDF
Dari segi struktur, particle board memang tidak se-tangguh bahan kayu olahan lain seperti MDF atau plywood. Akan tetapi, bobot particle board yang ringan, mudah untuk dipasang, dan dibersihkan membuat bahan ini jadi favorit banyak produsen furnitur.
Tertarik untuk menggunakan particle board pada proyek Anda berikutnya? Atau ingin membandingkan particle board dengan papan kayu olahan lainnya? Hubungi PT Sumatera Prima Fibreboard (www.spf.co.id) untuk informasi lebih lanjut seputar harga particle board, ukuran, hingga ketebalan yang Anda perlukan.



Comments